Orang
yang tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan itu adalah orang memiliki filter
atau bisa mengambil hikmah dibalik hal yang terjadi baik hikmah sebagai terapan
maupun hikmah sebagai koreksi diri. Hikmah terapan itu maksudnya hikmah yang
berupa saran dari orang lain atau hal yang terjadi pada alam dalam hal yang
positif untuk dilakukan maupun dilarang melakukan; hikmah koreksi itu adalah
hikmah untuk memperbaiki hal yang buruk pada diri kita. Oleh karena itu
seseorang yang memiliki prinsip yang baik adalah orang berpegang teguh pada pikiran
positif terhadap segala sesuatu.
Seseorang
yang sudah menanamkan prinsip yang selalu berfikir positif akan faham betul
bahwa segala sesuatu yang terjadi untuk dirinya paling dominan dipengaruhi oleh
fikiran, sehingga ketika ia sudah mengatakan “A” dan yakin “A” akan terjadi
padanya atau diperolehnya, maka “A” lah yang akan didapatkannya. Saat ini
sangat ramai/ banyak kita temui teman-teman kita, sanak saudara kita yang masih
merasa ketakutan menghadapi hidupnya. Ia berpikir bahwa ia akan gagal, tidak
bisa, dan merasakan minder terhadap lingkungannya sehingga ia enggan untuk
mengembangkan ide yang ia fikirkan yang sekaligus menunjukkan dirinya sebagai
pecundang yang mudah patah hati apabila dicaci maki dan dikoreksi. Perasaan
takut ini akan menyebabkan hilangnya kreatifitas pada diri, sehingga apabila
hal ini tidak dihilangkan sesegera mungkin maka ia akan menjadi “robot”, karena
program-program lingkungan disekitarnya telah mempengaruhi pikirannya dan bukan
pikirannya sendiri yang mempengaruhi lingkungannya. Untuk itu agar tidak
menjadi “robot” yang selalu diatur oleh lingkungan, sehingga menghambatnya
dalam berkreasi, dapat menerapkan konsep yang penulis ramukan dengan BPS, yaitu :
1.
B
- Be Student (Pembelajar)
Kodrat
hidup manusia di Dunia ini adalah seorang pembelajar, oleh karena itu selalulah
membuka hati dan pikiran untuk menerima pembelajaran dari lingkungan. Seorang
pembelajar akan dengan senang hati menerima kritikan dan memiliki filter yang
baik terhadap lingkungan yang buruk sehingga ia akan menjadi diri yang murni
yaitu diri yang dipengaruhi oleh hati dan fikirannya sendiri, bukan dari
lingkurang itu. Be student itu sendiri tidak dibatasi pada sekolah formal,
karena bumi yang tuhan ciptakan beserta isinya ini untuk dipelajari hal ini
untuk membuktikan bahwa kita umat manusia adalah ummat atau makhluk yang mau
berfikir. Segala sesuatu bisa kita pelajari serta peroleh,dengan dasar kemauan.
Kita tidak boleh membatasi diri dengan satu hal saja, karena masa depan itu
seperti “bola lampu” . Kedinamisan kita dalam mengetahui segala sesuatu itu
akan memperkokoh persiapan diri kita terhadap serba-serbi kehidupan dimasa
mendatang. Jadilah gelas kosong agar
dapat memperolehnya.
2.
P
- Pray (Do’a)
Seseorang
yang selalu melibatkan Tuhan dalam segala hal hidupnya pasti memiliki keyakinan yang kuat terhadap
konsekuensi apa yang telah ia lakukan, karena ia tahu Tuhan itu Maha Kuasa akan
selalu bersamanya. Itu artinya munajat/ do’a yang ia sampaikan membuktikan
bahwa ia yakin Tuhan akan mendampinginya dan menjadi benteng yang tak bisa
ditembus oleh apapun. Pada diri seseorang yang selalu berdo’a, ia akan
menyerahkan dengan segenap keyakinannya bahwa ia akan ditolong serta diarahkan
kepada hal yang baik meskipun berbeda dengan mimpinya sendiri, hal ini
menunjukkan juga bahwa tawakkal kepada Tuhan menjadi bentuk motivasi inti dalam hidupnya. Oleh karena itu, lingkungan
atau hal yang negatif yang dapat menghambat dirinya keluar dari belenggu akan
termusnahkan dengan mudah, dan ia akan terus mempertahankan apa yang ia lakukan
selama ia anggap tidak melanggar kodrat keTuhanannya. Bentengi diri dengan do’a.
3.
S
- Self Confidence (Percaya Diri)
Pribadi
yang selalu menutup diri itu dikarenakan percaya diri yang lemah. Orang seperti
ini haruslah yakin akan kemampuannya, karena percaya akan hal yang kita lakukan
dan kita punya kemampuan untuk melakukannya akan menciptakan sebuah hasil
kreasi yang baik. Untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri perlu penulis
sampaikan beberapa hal fakta dalam kehidupan yakni : tak ada orang yang hebat
melainkan orang yang berpribadi yang baik; hal terindah dalam hidup seseorang
adalah apabila ia telah menciptakan suatu kreasi sendiri; pepatah “tong kosong
nyaring bunyinya”. Segala yang kita
lakukan adalah untuk kita sendiri bukan untuk orang lain.
Itulah
hal-hal yang mungkin kita terapkan untuk menjadi pribadi yang unggul yakni
pribadi murni (yang tak terpengaruh oleh lingkungan/ memiliki filter yang baik
terhadap lingkungan), sehingga perjalan hidup akan terasa nikmat. Semoga bagi
siapa saja yang terhambat kreatifitasnya atau jalan hidupnya masih
diombang-ombing oleh dinamika lingkungan dapat segera keluar menuju hidup yang
penuh Kreatifitas Tanpa Batas. Semoga…






0 komentar:
Posting Komentar