artikel terhangat

http://vegetapedia.blogspot.co.id/2013/12/kaki-tangan-berkeringat_1.html

Senin, 16 Desember 2013

Cara Meningkatkan Gairah Hidup



 Gairah hidup yang dijalani ini tak selalu berjalan normal dengan kata lain gaya hidup yang dinamis dapat merubah suasana dalam diri seseorang. Ada kala kita senang, ada kala kita susah, yang semua itu terletak pada perasaan kita dan dominan dimainkan oleh fikiran. Adanya pengaruh llingkungan yang disertai dengan prinsip hidup yang masih labil, akan mudah terbawa arus atau dengan kata lain mudah dipengaruhi. Seseorang yang tidak mudah dipengaruhi bukan berarti selalu mengabaikan lingkungan yang terjadi disekitarnya baik itu tertuju kepadanya atau pun tidak.
Orang yang tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan itu adalah orang memiliki filter atau bisa mengambil hikmah dibalik hal yang terjadi baik hikmah sebagai terapan maupun hikmah sebagai koreksi diri. Hikmah terapan itu maksudnya hikmah yang berupa saran dari orang lain atau hal yang terjadi pada alam dalam hal yang positif untuk dilakukan maupun dilarang melakukan; hikmah koreksi itu adalah hikmah untuk memperbaiki hal yang buruk pada diri kita. Oleh karena itu seseorang yang memiliki prinsip yang baik adalah orang berpegang teguh pada pikiran positif terhadap segala sesuatu.
Seseorang yang sudah menanamkan prinsip yang selalu berfikir positif akan faham betul bahwa segala sesuatu yang terjadi untuk dirinya paling dominan dipengaruhi oleh fikiran, sehingga ketika ia sudah mengatakan “A” dan yakin “A” akan terjadi padanya atau diperolehnya, maka “A” lah yang akan didapatkannya. Saat ini sangat ramai/ banyak kita temui teman-teman kita, sanak saudara kita yang masih merasa ketakutan menghadapi hidupnya. Ia berpikir bahwa ia akan gagal, tidak bisa, dan merasakan minder terhadap lingkungannya sehingga ia enggan untuk mengembangkan ide yang ia fikirkan yang sekaligus menunjukkan dirinya sebagai pecundang yang mudah patah hati apabila dicaci maki dan dikoreksi. Perasaan takut ini akan menyebabkan hilangnya kreatifitas pada diri, sehingga apabila hal ini tidak dihilangkan sesegera mungkin maka ia akan menjadi “robot”, karena program-program lingkungan disekitarnya telah mempengaruhi pikirannya dan bukan pikirannya sendiri yang mempengaruhi lingkungannya. Untuk itu agar tidak menjadi “robot” yang selalu diatur oleh lingkungan, sehingga menghambatnya dalam berkreasi, dapat menerapkan konsep yang penulis ramukan dengan BPS, yaitu :
1.                  B - Be Student (Pembelajar)
Kodrat hidup manusia di Dunia ini adalah seorang pembelajar, oleh karena itu selalulah membuka hati dan pikiran untuk menerima pembelajaran dari lingkungan. Seorang pembelajar akan dengan senang hati menerima kritikan dan memiliki filter yang baik terhadap lingkungan yang buruk sehingga ia akan menjadi diri yang murni yaitu diri yang dipengaruhi oleh hati dan fikirannya sendiri, bukan dari lingkurang itu. Be student itu sendiri tidak dibatasi pada sekolah formal, karena bumi yang tuhan ciptakan beserta isinya ini untuk dipelajari hal ini untuk membuktikan bahwa kita umat manusia adalah ummat atau makhluk yang mau berfikir. Segala sesuatu bisa kita pelajari serta peroleh,dengan dasar kemauan. Kita tidak boleh membatasi diri dengan satu hal saja, karena masa depan itu seperti “bola lampu” . Kedinamisan kita dalam mengetahui segala sesuatu itu akan memperkokoh persiapan diri kita terhadap serba-serbi kehidupan dimasa mendatang. Jadilah gelas kosong agar dapat memperolehnya.
2.                  P - Pray (Do’a)
Seseorang yang selalu melibatkan Tuhan dalam segala hal hidupnya  pasti memiliki keyakinan yang kuat terhadap konsekuensi apa yang telah ia lakukan, karena ia tahu Tuhan itu Maha Kuasa akan selalu bersamanya. Itu artinya munajat/ do’a yang ia sampaikan membuktikan bahwa ia yakin Tuhan akan mendampinginya dan menjadi benteng yang tak bisa ditembus oleh apapun. Pada diri seseorang yang selalu berdo’a, ia akan menyerahkan dengan segenap keyakinannya bahwa ia akan ditolong serta diarahkan kepada hal yang baik meskipun berbeda dengan mimpinya sendiri, hal ini menunjukkan juga bahwa tawakkal kepada Tuhan menjadi bentuk motivasi inti  dalam hidupnya. Oleh karena itu, lingkungan atau hal yang negatif yang dapat menghambat dirinya keluar dari belenggu akan termusnahkan dengan mudah, dan ia akan terus mempertahankan apa yang ia lakukan selama ia anggap tidak melanggar kodrat keTuhanannya. Bentengi diri dengan do’a.
3.                  S - Self Confidence (Percaya Diri)
Pribadi yang selalu menutup diri itu dikarenakan percaya diri yang lemah. Orang seperti ini haruslah yakin akan kemampuannya, karena percaya akan hal yang kita lakukan dan kita punya kemampuan untuk melakukannya akan menciptakan sebuah hasil kreasi yang baik. Untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri perlu penulis sampaikan beberapa hal fakta dalam kehidupan yakni : tak ada orang yang hebat melainkan orang yang berpribadi yang baik; hal terindah dalam hidup seseorang adalah apabila ia telah menciptakan suatu kreasi sendiri; pepatah “tong kosong nyaring bunyinya”. Segala yang kita lakukan adalah untuk kita sendiri bukan untuk orang lain.
Itulah hal-hal yang mungkin kita terapkan untuk menjadi pribadi yang unggul yakni pribadi murni (yang tak terpengaruh oleh lingkungan/ memiliki filter yang baik terhadap lingkungan), sehingga perjalan hidup akan terasa nikmat. Semoga bagi siapa saja yang terhambat kreatifitasnya atau jalan hidupnya masih diombang-ombing oleh dinamika lingkungan dapat segera keluar menuju hidup yang penuh Kreatifitas Tanpa Batas. Semoga…

0 komentar:

Posting Komentar