Apa
itu Pengobatan Herbal?
Istilah
pengobatan herbal adalah pengobatan yang bersifat alami yang dikaitkan dengan
tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai ramuan atau resep untuk mengobati
rasa sakit. Terkait penamaan herbal pada awalnya hanya pada tumbuhan yang tidak
berkayu, namun pada saat ini lingkup herbal semakin luas dan tidak hanya
tertuju pada tumbuhan tidak berkayu dan lebih merujuk pada tumbuh-tumbuhan yang
mengandung satu atau lebih bahan aktif yang bertujuan untuk terapeutik. Seperti contoh Mengkudu (Morinda citrifolia) yang mengandung morindin sebagai bahan aktif anti
kanker; Pegagan (Centella asiatica)
yang mengandung asiaticoside yang
digunakan untuk masalah kulit dan meningkatkann fikiran (IQ); dll.
Penggolongan (klasifikasi) Herbal
Terkait
dengan Jenis atau penggolongan
herbal dimuka bumi ini sangatlah beragam berdasarkan fungsi serta manfaat dari
tumbuhan herbal itu sendiri. Adapun golongan tersebut dibagi menjadi 4 bagian
yakni : Herbal Pahit, Herbal Dingin, Herbal Panas, dan Herbal Pelawas.
Adapun
maksud dari dari penggolongan tersebut masing-masing adalah :
1. Herbal
Pahit
Herbal
pahit berfungsi untuk proses detoksifikasi (proses penguraian/pembersihan
racun) pada tubuh manusia terutama racun yang terakumulasi pada organ tubuh
hati. Herbal pahit ini akan lebih baik disertakan/disinergikan dengan herbal
yang berfungsi sebagai pelawas atau pelancar pembuangan air besar. Khusus bagi
penderita penyakit buah pinggang yang telah menggunakan mesin hemodilitas agar
perlu berhati-hati menggunakan herbal jenis ini, hal ini dikarenakan jenis
herbal ini menimbulkan atau mengakibatkan darah beku dalam mesin sewaktu proses
pencucian dilakukan. Pengambilan herbal pahit yang berlebihan akan menjadikan
kulit kehilangan rasa.
Contoh
tumbuhan herbal pahit ini adalah Mengkudu (Endrogapis
paniculata).
2. Herbal
Dingin
Herbal
dingin atau sejuk berfungsi untuk menghilangkan panas dalam atau adanya reaksi
panas pada tubuh yang berlebihan. Biasanya setelah menggunakan herbal ini panas
akan cepat keluar melalui urin (air kencing) yang dinamakan diuretic (diuretik) yakni buang air kecil sehingga hawa tubuh
menjadi stabil.
Herbal
diuretik lebih dikenal dengan anthihipertensi
( yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi) dan terkesan sebagai anti pirektic (penurun panas), anti
peradangan dan anti kanker. Adapun ciric-ciri botani dari herbal diuretik
diantaranya monocot (biji keping satu), daun salari, akar serabut, berduri
(dikatakan bahwa semakin halus duri semakin kuat kesan anti kankernya). Adapun
contoh tumbuhan seperti ini adalah Alang-alang/ ilalang (Imperata cylindrical), tongkat ali, mempelas, bayam berduri, petai,
jengkol, belimbing, kopi dll.
Herba
diuretik sering digunakan untuk memecah batu karang, membersihkan saringan
ginjal, demam panas, menurunkan kadar gula dalam darah (jika mengandung
β-sitosterol dan stigma sterol seperti pada akar alang-alang dll. Pemberian
herba diuretik harus didikuti dengan meminum air yang banyak karena jika air
yang diminum sedikit akan menyebabkan kekurangan air dalam tubuh (dehidrasi).
3. Herbal
Panas
Herbal
panas diaplikasikan kepada pasien sakit yang mengalami sindrom panas. Adapun jenis herbal yang bersifat panas ini
biasanya yang menghasilkan minyak atsiri (Cinnamomum
iner/ teja).
4. Herbal
Pelawas
Salah
satu fungsi herbal adalah untuk menghilangkan keracunan di dalam gastro usus.
Sembelit adalah salah satu gejala toksid/ keracunan. Adapun bahan kandungan
herbal seperti selulosa atau fiber, pectin, morindin yang dikandung tumbuhan
mengkudu dapat menyelesaikan masalah seperti darah tinggi, sembelit, wasir,
kanker, apendistis, jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, obesitas, dan
penyakit-penyakit usus seperti divertikulitas, kencing manis, dsb.






0 komentar:
Posting Komentar