artikel terhangat

http://vegetapedia.blogspot.co.id/2013/12/kaki-tangan-berkeringat_1.html

Selasa, 03 Desember 2013

Pengobatan Herbal

            Apa itu Pengobatan Herbal?

Istilah pengobatan herbal adalah pengobatan yang bersifat alami yang dikaitkan dengan tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai ramuan atau resep untuk mengobati rasa sakit. Terkait penamaan herbal pada awalnya hanya pada tumbuhan yang tidak berkayu, namun pada saat ini lingkup herbal semakin luas dan tidak hanya tertuju pada tumbuhan tidak berkayu dan lebih merujuk pada tumbuh-tumbuhan yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang bertujuan untuk terapeutik. Seperti contoh Mengkudu (Morinda citrifolia) yang mengandung morindin sebagai bahan aktif anti kanker; Pegagan (Centella asiatica) yang mengandung asiaticoside yang digunakan untuk masalah kulit dan meningkatkann fikiran (IQ); dll.


Penggolongan (klasifikasi) Herbal
Terkait dengan Jenis atau penggolongan herbal dimuka bumi ini sangatlah beragam berdasarkan fungsi serta manfaat dari tumbuhan herbal itu sendiri. Adapun golongan tersebut dibagi menjadi 4 bagian yakni : Herbal Pahit, Herbal Dingin, Herbal Panas, dan Herbal Pelawas.
Adapun maksud dari dari penggolongan tersebut masing-masing adalah :

1.  Herbal Pahit
Herbal pahit berfungsi untuk proses detoksifikasi (proses penguraian/pembersihan racun) pada tubuh manusia terutama racun yang terakumulasi pada organ tubuh hati. Herbal pahit ini akan lebih baik disertakan/disinergikan dengan herbal yang berfungsi sebagai pelawas atau pelancar pembuangan air besar. Khusus bagi penderita penyakit buah pinggang yang telah menggunakan mesin hemodilitas agar perlu berhati-hati menggunakan herbal jenis ini, hal ini dikarenakan jenis herbal ini menimbulkan atau mengakibatkan darah beku dalam mesin sewaktu proses pencucian dilakukan. Pengambilan herbal pahit yang berlebihan akan menjadikan kulit kehilangan rasa.
Contoh tumbuhan herbal pahit ini adalah Mengkudu (Endrogapis paniculata).

2.  Herbal Dingin
Herbal dingin atau sejuk berfungsi untuk menghilangkan panas dalam atau adanya reaksi panas pada tubuh yang berlebihan. Biasanya setelah menggunakan herbal ini panas akan cepat keluar melalui urin (air kencing) yang dinamakan diuretic (diuretik) yakni buang air kecil sehingga hawa tubuh menjadi stabil.
Herbal diuretik lebih dikenal dengan anthihipertensi ( yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi) dan terkesan sebagai anti pirektic (penurun panas), anti peradangan dan anti kanker. Adapun ciric-ciri botani dari herbal diuretik diantaranya monocot (biji keping satu), daun salari, akar serabut, berduri (dikatakan bahwa semakin halus duri semakin kuat kesan anti kankernya). Adapun contoh tumbuhan seperti ini adalah Alang-alang/ ilalang (Imperata cylindrical), tongkat ali, mempelas, bayam berduri, petai, jengkol, belimbing, kopi dll.  
Herba diuretik sering digunakan untuk memecah batu karang, membersihkan saringan ginjal, demam panas, menurunkan kadar gula dalam darah (jika mengandung β-sitosterol dan stigma sterol seperti pada akar alang-alang dll. Pemberian herba diuretik harus didikuti dengan meminum air yang banyak karena jika air yang diminum sedikit akan menyebabkan kekurangan air dalam tubuh (dehidrasi).

3. Herbal Panas
Herbal panas diaplikasikan kepada pasien sakit yang mengalami sindrom panas.  Adapun jenis herbal yang bersifat panas ini biasanya yang menghasilkan minyak atsiri (Cinnamomum iner/ teja).

4. Herbal Pelawas
Salah satu fungsi herbal adalah untuk menghilangkan keracunan di dalam gastro usus. Sembelit adalah salah satu gejala toksid/ keracunan. Adapun bahan kandungan herbal seperti selulosa atau fiber, pectin, morindin yang dikandung tumbuhan mengkudu dapat menyelesaikan masalah seperti darah tinggi, sembelit, wasir, kanker, apendistis, jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, obesitas, dan penyakit-penyakit usus seperti divertikulitas, kencing manis, dsb.






0 komentar:

Posting Komentar